Didalam penyusunan suatu makro ada beberapa hal yang perlu dipelajari adalah :

9.1. Preprocessor Directve

 Adalah instruksi yang diberikan kepada kompiler, sesaat sebelum proses kompilasi berlangsung. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu dimulai dengan tanda :  #

 Ada beberapa preprocessor directive, diantaranya adalah :

9.1.1. # define

Penjelasan                Digunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama konstanta. Bentuk umum dari preprocessor directive  #define ini adalah :

 

#define nama_konstanta teks

 

Contoh :

                                       Teks

 

  #define A 6

 

                                       Nama_Konstanta

 

Dalam pendeklarasian preprocessor directive #defineNama_Konstanta sebaiknya ditulis dengan menggunakan huruf besar, guna untuk membedakannya dengan nama_variabel. Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan pada nama_konstanta. Teks dapat berupa :

·         Numerik                     à                           #define PI 3.14

·         Karakter                     à                           #define HURUF ‘B’

·         String                        à                           #define JABATAN “Direktur”

·         Pernyataan                 à                           #define CETAK (“Turbo C”)

·         Fungsi Sederhana      à                           #define LUAS_KUBUS (n*n)

 

Setelah #define ditentukan didalam program cukup dituliskan nama_konstantanya saja. # define akan mengganti semua nama konstanta tadi dengan teksnya sebelum proses kompilasi dimulai.

 

 

 

 

 

Contoh-1                   /* ————————– */

/* Program Penggunaan #define */

/* Nama File : define01.cpp   */

/* ————————– */

#include<stdio.h>

#include<conio.h>

#include<iostream.h>

 

#define PI 3.141592

#define L(n) PI*n*n

 

main()

{

   clrscr();

   cout<<“Luas Lingkaran dengan : “<<endl;

   cout<<“Jari-jari = 5 adalah “<<L(5)<<endl;

   cout<<“Jari-jari = 10 adalah “<<L(10)<<endl;

   getche();

}

 

 

Contoh-2                   /* ————————– */

/* Program Penggunaan #define */

/* Nama File : define02.cpp   */

/* ————————– */

#include<stdio.h>

#include<conio.h>

#include<iostream.h>

 

#define awal {

#define akhir }

#define mulai() main()

#define cetak cout

#define masuk cin

#define hapus() clrscr()

#define tahan() getch()

#define LS_KUBUS (sisi*sisi)

 

mulai()

awal

   int sisi, ls_kubus;

 

   hapus();

 

   cetak<<“Program Penggunaan #define”<<endl;

   cetak<<“Masukkan Nilai Sisi Kubus = “;

   masuk>>sisi;

 

   ls_kubus = LS_KUBUS;

 

   cetak<<“Luas Kubus adalah : “<<ls_kubus;

   tahan();

akhir

9.1.2. # include

 

Preprocessor #include telah dibahas pada bab sebelumnya, yaitu berfungsi untuk memasukkan atau menyertakan file-file header kedalam program yang akan dibuat. Dalam penulisan #include ada dua bentuk penulisan :

 

   #include “nama_file_header”

atau

   #include <nama_file_header>

 

Pada bentuk penulisan #include mempunyai arti yang berbeda, yaitu :

 

·         #include nama_file_header

 

“Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directory yang sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directory dimana file header tersebut berada “.

 

·         #include <nama_file_header>

 

 “Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directory yang ada file headernya, kecuali pada directory yang sedang aktif.

 

 

 

9.2. Pembuatan File Header

 

Penjelasan                File Header adalah suatu file dengan akhiran .h . File ini sebenarnya berisikan deklarasi fungsi dan definisi konstanta. Selain file-file header standar yang disediakan oleh Turbo C, kita dapat juga membuat file header sediri, dengan cara yang sama seperti membuat file editor. Yang harus diperhatikan pada saat menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran .h .

Berikut contoh file header standar yang disediakan oleh Borland C++.

 

/*   types.h

 

     Types for dealing with time.

 

     Copyright (c) Borland International 1987,1988

     All Rights Reserved.

*/

 

#ifndef  __TIME_T

#define  __TIME_T

typedef long  time_t;

#endif

 

 

 

 

 

Berikut kita akan membuat suatu file header sendiri yang akan digunakan pada file editor.

Buatlah program file heder dibawah ini, kemudian simpan dengan nama : atur.h

 

Contoh-3                   /*  atur.h

 

    contoh pembuatan file header untuk pengaturan.

    Copyright (c) Virusland Corp 2001

    All Rights Reserved.

*/

 

#define awal {

#define akhir }

#define mulai() main()

#define cetak cout

#define tampil cprintf

#define masuk scanf

#define hapus() clrscr()

#define jika if

#define warna textcolor

 

Buatlah program dibawah ini, kemudian gunakan file header yang sudah anda buat dan simpan dengan nama : sendiri.cpp

 

Contoh-4                   /* ———————————- */

/* program dengan file header sendiri */

/* ———————————- */

 

#include<stdio.h>

#include<conio.h>

#include<iostream.h>

#include”atur.h”

 

mulai()

awal

   int a, b, c;

   hapus();

   warna(4);

   tampil(“\nPROGRAM PENJUMLAHAN\n”);

   cout<<endl;

   cout<<“Masukkan Nilai A = “<<;

       cin>>a;

   cout<<“Masukkan Nilai B = “<<;

       cin>>b;

   c=a+b;

 

   cout<<“Hasil dari “<<a<<” + “<<b<<” = “<<c;

 

   tahan();

akhir

 

Posted in C++

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s