Setiap orang yang melakukan wisata ke suatu tempat pasti akan membawa pulang oleh oleh. Mulai dari yang kecil hingga besar,murah maupun mahal. Sehingga oleh oleh menjadi keharusan bagi setiap pengunjung yang berwisata.

Sebab, perjalanan yang dilakukan akan terasa kering bila pulang tidak membawa dan menunjukkan bukti atas apa yang telah dilakukan. Jika memang demikian,bagaimana dengan perjalanan semalam yang pernah ditempuh oleh Rasulullah pada 27 Rajab di tahun kerasulannya sebagai seorang Nabi sekaligus Rasul Allah?

Menurut catatan sejarah Islam, Rasulullah SAW melakukan perjalanan pertama dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqhsa di Palestina dan kemudian ke langit hingga Sidratul Muntaha. Isra Mi’raj bukan hanya sebagai perjalanan “wisata” ,namun juga sebagai bentuk penghibur kepada Rasulullah atas wafatnya sang istri Khadijah dan Abu Thalib sang paman. Orang yang selalu memberikan dorongan bagi Rasulullah untuk menyiarkan agama Islam dan juga sebagai tombak  kebaranian Rasulullah dari ancaman orang-orang kafir Quraisy. Dalam keadaan itulah Allah “menghibur” Rasulullah dengan menghadiahinya perjalanan yang hanya terjadi dalam satu malam dan sekali dalam seumur hidupnya.

Dalam perjalanan tersebut,Rasulullah melihat kebesaran – kebesaran Allah,baik di surga maupun neraka. Peristiwa yang membuat hati Rasulullah bahagia Termasuk Rasulullah melihat bentuk asli malaikat Jibril. Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (An-Najm 53:13),yang memiliki sayap sebanyak 600 sayap,apabila dikepakkan sayapnya,maka akan tertutupi alam semesta ini. Dan juga peristiwa yang membuat hati Rasulullah sedih dan mengerikan,membayangkan akankah umatnya kelak akan merasakan hal yang demikian.

Terlepas dari barbagai masalah bagaimana isra mi’raj dan kebesaran Allah terjadi,hal yang patut digaris bawahi adalah bahwa Rasulullah mendapat perintah dari Sang Pencipta untuk mengerjakan salat,dimana salat merupakan dasar titik terpenting yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW. Dan juga sebagai pembeda antara satu keyakinan yang abadi dengan keyakinan yang lainnya.

Pada awalnya, Allah memberikan perintah salat sebanyak 50 kali setiap hari. Bagaimana keadaan sekarang kalau terjadi 50 kali salat dalam sehari,pasti akan banyak manusia yang tidak sanggup mengerjakan solat. Namun karena pertimbangan dan saran Nabi Musa AS serta perjuangan Rasulullah maka Allah menurunkan jumlah solat menjadi 5 kali dalam sehari semalam.

Dari Abdullah (bin Mas’ud), ia telah berkata: “Ketika Rasulullah  diisrakan, beliau berakhir di Sidratul Muntaha (yang bermula) di langit keenam. Ke sanalah berakhir apa-apa yang naik dari bumi, lalu diputuskan di sana. Dan ke sana berakhir apa-apa yang turun dari atasnya, lalu diputuskan di sana.”

Ia berkata: “Kemudian Rasulullah  diberi tiga hal: Diberi salat lima waktu dan diberi penutup Surah al-Baqarah serta diampuni dosa-dosa besar bagi siapapun dari umatnya yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”.

Dari itu, kita tidak hanya diperintahkan untuk mengerjakan shalat tetapi juga menegakkan shalat. Shalat bukan segala-galanya, tapi segala-galanya berawal dari shalat,

Itulah buah tangan dari wisata Rasulullah,dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa,kemudian berlanjut ke Sidratul Muntaha. Menerima perintah Allah berupa salat sebagai tiang agama Islam.

Mari kita menjaga dan merawat oleh oleh Rasulullah dengan cara kita sendiri,setidaknya kita mengerjakan salat sesuai dengan aturan dan perintah yang telah ditentukan. Dengan begitu,Insya Allah kita akan menjadi manusia baik dan bermartabat,sehingga Islam menjadi agama yang agung,dan agama disegani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s