1. Pengertian package

Pada bagian 1 kita telah mengenal sedikit tentang dasar pemrograman java dan menyelesaikan 1 program yang sangat sederhana yaitu program “Hello World”. Program tersebut tidak menggunakan package. Package merupakan istilah lain dari folder atau direktory yang didalam bahasa java berkonotasi dengan makna paket. Pada saat kita membuat sebuah program, mungkin awalnya cuma program yang sederhana. Namun apabila program tersebut ingin kita kembangkan terus hingga menjadi kompleks, maka package sangat berguna untuk mengorganisir atau mengatur bagian-bagian program kita hingga mudah untuk di kembangkan karna memiliki susunan atau aturan yang rapi. Dengan kata lain, manfaat package adalah untuk memecah program kita menjadi bagian-bagian kecil sehingga lebih mudah untuk dikembangkan. Pada bagian 2 ini dan seterusnya, kita akan belajar untuk selalu membuat program yang disertai dengan package.

  1. Mengatur path

Buatlah sebuah direktory atau folder dengan nama java. Didalam folder java yang telah kita buat, buat lagi direktory dengan nama belajar. Didalam direktory belajar, buat lagi direktory dengan nama hello. Sehingga apabila dituliskan alamat lengkapnya akan seperti ini c:\documents and settings\leopark62.net\java\belajar\hello. Selanjutnya kita akan membuat program HelloWorld dengan menggunakan package. Ketikkan kode berikut pada teks editor:

package belajar.hello;

public class HelloWorld

{

public static void main(String[] args)

{

System.out.println(“Halo Dunia dengan package”);

}

}

Kemudian simpan didalam direktory hello yang telah kita buat dengan nama HelloWorld.java. Cara mengkompilenya yaitu langkah pertama yang harus dilakukan adalah mensetting path untuk javac.exe. caranya, klik start, klik kanan pada bagian my computer lalu pilih properties. Selanjutnya akan muncul jendela system properties, pilih tab advanced kemudian klik lagi environment variables. Selanjutnya akan muncul jendela untuk settingan user dan machine. Silahkan isi keduanya (user dan machine) dengan variable name: path dan value : c:\program files\java\jdk…..(sesuai dengan nama direktory jdk yang terdapat pada direktory program files\java  misalnya jdk1.6.0_20)\bin. Settingan ini kita maksudkan untuk memberitahu komputer lokasi atau letak dari file-file java seperti javac (java compiler).

Contoh :

Value                    : path

Variable name  : c:\program files\java\jdk1.6.0_20\bin

  1. Mengkompile kode

Setelah semua langkah-langkah tersebut kita lakukan dengan benar, maka tiba saatnya kita mengkompile kode yang telah kita buat. Jalankan shell (ketik cmd pada jendela run) maka secara default direktory yang aktif pertamakali adalah c:\documents and settings\(nama user). Contoh: c:\Documents and settings\leopark62.net>. pada jendela shell, ketikkan perintah cd(spasi)java  agar direktory yang aktif adalah direktory java yang telah kita buat sebelumnya. Apabila tulisannya telah berubah menjadi c:\Documents and settings\leopark62.net\java> berarti kita telah berhasil mengaktifkan direktory java. Selanjutnya, perintah untuk mengkompile file adalah javac belajar\hello\HelloWorld.java maka akan menghasilkan file HelloWorld.class. Untuk menjalankannya, perintahnya adalah :

java belajar.hello.HelloWorld.

maka akan menghasilkan: Halo Dunia

sampai disini, kita telah membuat program dengan package.

  1. Literal dan konstruktor

Literal adalah pendeklarasian variabel dengan menggunakan literalnya. Untuk memahami lebih cepat, maka sebaiknya kita jelaskan dengan menggunakan contoh.

  • Contoh literal :

String nama = “Gunawan”

Jika ditulis dalam suatu program lengkap, maka akan menjadi seperti ini:

package belajar.literal;

public class LiteralString

{

public static void main (String args[])

{

String nama = “Gunawan”;

System.out.println(nama);

}

}

Jika dikompile lalu dijalankan maka akan menghasilkan keluaran seperti ini :

Gunawan

Mungkin sampai disini anda masih agak bingung, baiklah anda akan segera mengerti apabila kita bandingkan literal tersebut dengan konstruktor.

  • Contoh konstruktor dengan parameter :

package belajar.konstruktor;

public class KonstruktorString

{

public static void main (String args[])

{

String nama = new String (“Gunawan”);

System.out.println(nama);

}

}

Jika dikompile lalu dijalankan maka akan menghasilkan keluaran seperti ini :

Gunawan

Melalui contoh-contoh ini kita melihat bahwa penggunaan literal maupun konstruktor menghasilkan keluaran yang sama. Perbedaannya dapat kita lihat pada pendeklarasiannya.

  1. Aturan penamaan
  1. Nama package
  • apabila package terdiri dari folder dan subfolder, maka nama subfolder dipisahkan dengan tanda titik.
  • Contoh : belajar.hello
  1. Nama Class
  • gunakan kata benda
  • semua kata ditulis bersambung
  • huruf pertama dari tiap kata ditulis dengan huruf kapital.
  • Contoh : MyHouse, BelajarManupulasiString
  1. Nama Method
  • gunakan kata kerja
  • kecuali huruf yang pertama, huruf awal tiap kata ditulis kapital.
  • Contoh : valueOf(), forName(), toString(), equalsIgnoreCase()
  1. Konstanta
  • semuanya   ditulis   dengan   huruf   besar
  • pemisah   antar   kata menggunakan garis bawah atau underscore
  • Contoh : MAX_VALUE, DECIMAL_DIGIT_NUMBER

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s