Allah berfirman, “Dia telah menciptakan langit dan bumi dengan sebenarnya. Dia menutup malam atas siang dan siang atas malam, dan menundukkan matahari dan bulan. Ketahuilah, Dialah yang Mahaperkasa Lagi Maha Pengampun. ’’ (QS Az-Zumar; 5)

Ayat diatas mengisyaratkan bumi berbentuk bulat dan berputar pada porosnya. Karena ayat Al-Qur’an menafsirkan ayat yang lain, ada beberapa ayat yang lain yang menjadi dasar pembuktian bahwa bumi berbentuk bulat, seperti firman Allah, “Dia tutup malam dengan siang yang mengikutinya dengan cepat…..’’(QS Al A’raf: 54)

Pada ayat itu Allah mengisyaratkan adanya gejala pergantian malam dan siang hari secara terus menerus. Itulah yang kemudian disaksikan oleh astronot Uni Soviet, Yuri Garin ketika mengelilingi bumi dengan pesawat antariksa utuk pertama kali pada tahun 1961. Cotoh lain adalah firman Allah, “Tidak mungkin matahari mengejar bulan dan tidak pula malam mendahului siang…” (QS Yasin: 40)

Ayat diatas mempertegas gerak matahari dn bulan  serta menjelaskan malam dan siang terjadi pada saat yang bersamaan, hal ini menuntut bentuk bumi yang bulat. Demikian pula pembuktian tentang adanya gejala malam dan siang hari di bumi yang terus-menerus.

….Hingga apabila bumi telah sempurna keindahannya, dan menghiasi (dengan warna-warnanya), lalu pemilikinya mengira bahwa mereka menguasainya, (tiba-tiba) datanglah kepadanya ketentuan Kami di waktu malam atau siang hari, maka Kami menjadikannya sudah tersabit seakan-akan tidak pernah tumbuh (ada) kemarin. Demikianlah Kami jelaskan tanda-tanda( kebesaran) Kami bagi kaum yang berpikir. (QS Yunus: 24)

Ungkapan diwaktu malam atau siang pada ayat diatas mnunjukkan perinta Tuhan mengenai berakhirnya kehidupan di ala mini akan terjadi pada suatu waktu yang bagi penduduk satu belhan bumi merupakan waktu malam dan bagi sebagian yang lain merupakan waktu siang.

Gerakan bumi berputar mengelilngi mtahari dapat kita ketahui dengan jelas dari konteks ayat Al-Quran berikut:

Dan Dialah yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan, masing masing beredar pada garis edarnya. (QS Anbiya: 33)

Ayat tersebut menyatakan perpindahan bumi, matahari,dan bulan di angkasa, masing masing dengan geraknya yang nyata. Lebih dari itu, penyebutan gerak dengan verba yasbahun juga menunjukkan ciri dan sifat gerak benda-benda itu.

Isyarat lain tetang adanya gerak bumi ini dapat kita lihat pada firman Allah, “ Dan engkau lihat gunung-gunun itu, engkau kira ia tetap ditempatnya, padahal ia berjalan seperti berjalannya awan. Perbuatan Allah yang mengkukuhkan segala sesuatu. Sesungguhnya Dia mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS An-Naml: 88). Ayat ini menyebutkan gunung yang kita kira diam ternyata tidak demikian. Gunung bergerak seperti awan. Seperti kita ketahui bahwa awan tidak bergerak dengan sendirinya, tetapi dibawa oleh angin. Begitu juga gunung, ia bergerak karena dibawa oleh bumi yang berputar mengelilingi matahari.

Demikianlah, kita lihat ayat-ayat Alquran telah mengisyaratkan fakta-fakta tentang gerak bumi, bulan, dan matahari yang belum diketahui oleh bangsa Arab ketika Alquran itu diturunkan. Semua fakta itu berarti diketahui secara sempurna setelah muncul teori heliosentris (matahari sebagi pusat) yang ditemukan oleh Corpecius pada pertengahan abad ke-16 M. Teori itu kelak menjadi dasarbagi ditemukannya hukum Keppler, hukum Galileo dan hukum Newton. Semua itu diperkuat dengan temuan astronot pada zaman kita sekarang dengan gambar yang mereka ambil dari pesawat antariksa.

Sampai di sini ada yang bertanya, “Mengapa Alquran tidak secara langsung mengatakan bahwa bentuk bumi bulat dan berputar seperti ketika mengatakan demikian pada bulan dan matahari?”  Jawabannya karena Alquran mempunyai sifat bijak.

Alquran bijak dalam ungkapan dan ketetapan hukumya. Sesuatu yang bijak pula kalau Alquran berbicara kepada manusia sesuai dengan pikiran mereka dan tidak berbicara tentang sesuatu yang tidak dipahami oleh pikiran mereka karena mereka akan cepat-cepat mengingkarinya. Seandainya Alquran bahwa sarana transportasi tidak hanya berbatas pada kuda, bagal, dan keledai: bahwa manusia suatu saat nanti akan mengendarai mobil mewah yang terbuat dari besi dan tidak ditarik oleh kuda: bahwa manusia suatu saat akan dapat terbang dengan menaiki pesawat terbang diantara langit dan bumi tanpa harus mempunyai sayap: bahkan suatu saat manusia akan dapat berjalan diatas  permukaan bulan, tentu orang akan cepat-cepat mendustakannya. Oleh karena itu, dengan gayanya yang bijak, Alquran lebih menyiapkan hati dan pikiran manusia untuk menerima apa yang mungkin dihasilkan oleh zaman. Allah berfirman, “Dan Dia( menciptakan) kuda, begal, dan keledai untuk kamu mengendarainya dan sebagai perhiasan. Dan Dia menciptakan apa-apa yang kamu tidak ketahui.” (QS An-Nahl: 8)

Barangkali itulah sebabnya mengapa Alquran tidak secara jelas menyebutkan bumi berbentuk bulat. Kalau saja Alquran mengatakan bahwa bumi itu berbentuk bulat secara jelas pada waktu diturunkannya, padahal orang melihatnya berbentuk datar atau mengatakan bumi ini bergerak, padahal orang melihatnya diam, tentu mereka tidak akan percaya pada Alquran dn tidak akan mendapatkan petunjuk. Oleh karena itu, merupakan sesuatu yang bijak kalau Allah mengisyaratkan fakta-fakta ilmiah itu di dalam alquran sesuai dengan perkembangan akal pemikiran manusia dengan menggunakan iyarat dan tidak secara terus terang.  Dengan demikian, manusia kn dapat memahami Alquran dengan mudah berdasarkan perkembangan ilmu pada masanya. Ketika perkembngan sains telah sampai ke tingkat yang kita lihat sekarang, manusia menemukan makna-makna baru dari ayat Alquran yang sesuai fakta-fakta ilmiah. Hal ini merupakan kemukjizatan dari segi gaya penyampaian, terlebih lagi dari segi makna, yang hanya mungkin dilakukan oleh Allah.

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami pada segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bhawa Alquran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Tuhanmu menyaksikan segala sesuatu? (QS Fushshilat; 53).

 

Prof. Dr. Ahmad Fuad Pasya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s