Hafalan Solat Delisa

m vuySalah satu film yang disutradarai oleh Sony Gaokasak dimana pemeran utamanya adalah Chantiq Schagerl. Film yang mengisahkan tentang seorang anak yang berhasil selamat dari bencana alam Gempa & Tsunami tanggal 26 Desember 2004 silam. Dalam film tersebut dikisahkan saat terjadi bencana alam tersebut Delisa sedang berada di Madrasah  Ibtidaiyah (setara dengan SD) untuk mengikuti hafalan solat lengkap. Giliran Delisa menghafal bacaan solat saat itulah terjadi bencana alam yang menimpa Aceh. Delisa sempat terseret arus tsunami sehingga dia terdampar di pinggir pantai. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian dia diselamatkan oleh para Relawan Asing dan dibawa ke RS.  Sungguh hal yang sangat sakit ketika seorang anak kecil yang masih lugu dan penuh dengan keceriaan tiba-tiba terpaksa kehilangan salah satu kakinya.

Itulah sedikit cuplikan / flashback tentang film Hafalan Solat Delisa

cjbifIni dia Delisa Fitri Ramadani yang biasa dipanggil Delisa. Gadis cantik kelahiran Ulee Lheue Banda Aceh 15 Desember 1997. Sumber utama dari film “Hafalan Solat Delisa ” .

Di acara refleksi 1 Windu Tsunami Aceh yang digelar beberapa waktu yang lalu di Museum Tsunami Aceh, gadis cantik ini menjadi trending topic para pengunjung. Semua mata terpusat ke Delisa Fitri Ramadani.

Delisa yang memakai baju putih dan rok berwarna cokelat tampak anggun ketika berdiri ditengah panggung. Dia berdiri dengan bantuan tongkat. Kedua matanya terlihat berair namun dia berusaha untuk tegar.  Kisah demi kisah mengalir dari mulutnya mengenai peristiwa Tsunami 8 tahun silam. Sesekali ia nampak berhenti bercerita . Ketika menyebut nama Ibunya , suara dia terdengar putus-putus.

Kehilangan seorang Ibu saat kita masih kecil apalagi jenazahnya tak sempat kita lihat memang hal yang sangat menyakitkan. Tak sempat kita mengucapkan kata Maaf terhadap Ibu kadang kala menjadi hal yang sangat disesalkan dalam hidup. Karena seorang Ibu merupakan inspirasi sekaligus motivasi dalam meraih kebahagiaan. Back to topic

Saat itu kata Delisa : ia berusia 8 tahun lebih 15 hari. Ia masih duduk di kelas 2 MIN Ulee Lheue Banda Aceh. Ia kehilangan ibunya bernama Salamah dan ketiga saudara kandungnya. Kaki sebelah kanan harus diamputasi.

“Waktu itu kaki saya sudah membusuk. Telapak kaki sudah terkikis dan nampak tulangnya. Selama tiga hari pasca tsunami kaki saya hanya diberi Betadine saja (antiseptik). Perihpun sangat luar biasa, melihat kondisi saya yang seperti ini. Salah satu relawan mengatakan bahwa ada dokter dari Australia di Rumah Sakit Fakinah. Relawan itu mengatakan, “kamu harus terima apapun hasilnya nanti”, saya pun siap dioperasi pada hari kelima,” ujar Delisa di atas panggung.

Kini Delisa menjalani hari-harinya dengan bantuan tongkat dan kaki palsu. Ia tinggal bersama ayahnya Bakhtiar, dan seorang abangnya yang selamat. Ia kini sekolah di SMK 5 Telkom Banda Aceh dan masih kelas satu.

Delisa adalah remaja yang penuh semangat dan energik, saat masih SMP ia juga pernah mendapat juara umum. Gadis itu juga pandai memainkan alat musik keyboard.

“Saya berterima kasih kepada Allah yang telah mengambil kaki saya, di luar sana banyak Delisa-Delisa lain yang mungkin lebih dari saya,” ujarnya.

Kelak Delisa ingin menjadi pemain musik dan pengarang buku. Ia juga ingin membuat komunitas untuk anak-anak cacat.

The End

Dikutip dari Kabar Aceh dengan sedikit penambahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s