Warkop !!! Membayangkan warung kopi pasti bentuknya pasti seperti Warteg (Warung Tegal). Tempat yang kecil, menjual makanan dari siang sampai malam. Mungkin warkop juga begitu. Warung yang kecil untuk menikmati segelas kopi. Pesan kopi, minum sambil baca koran, bayar terus pulang. Atau setidaknya warkop itu seperti kios-kios.

Kalau begitu mungkin itu adalah wakop yang ada dikampungku. Yang pelanggan setia adalah para orang tua yang udah berumur, mesan segelas kopi trus duduk sampek beberapa jam sambil nonton tv atau baca Koran. Yah itulah suasana lazimnya warkop di Aceh terutama yang ada dikampung/pedesaan.

Aku bakalan sedikit membedah perbedaan warkop di desa dengan yang dikota seperti yang ada di Banda Aceh (kota). Bagi orang yang pertama kali datang ke Aceh mungkin bakal cengar-cengir ngeliat warkop dimana-mana. Kemanapun pergi bakal ketemu sama Warkop inilah Warkop itulah.

Warkop di Kota kebanyakan menyediakan fasilitas Wifi. Itu aja Wifi. Sebuah alat yang bisa digunakan untuk bertemu dengan paman Google. Daya tariknya cuma di Wifi. Tapi ada lain yang beda, yaitu suasana atau tempatnya.  Mau di Toko namanya tetap disebut warkop, kenapa ngga disebut toko kopi.

Warung kopi dan Wireless Fidelity (Wi-Fi) itu hal yang tidak bisa dipisahkan dari provinsi Aceh, terutama diperkotaan. Disudut kota manapun ada warkop yang ada wifi pasti banyak yang datang. Pengunjung kebanyakan warkop adalah para anak muda, mahasiswa, bahkan para pekerja yang bekerja di instansi pemerintah atau swasta. Orang-orang yang haus akan informasi. Mereka memanfaatkan wifi tersebut untuk browsing, nyari bahan kuliah atau apalah yang penting masih ada hubungan sama koneksi wifi. Membuka jaringan internet secara terbuka, itu bukanlah hal yang aneh di Aceh,asalkan kita tidak membuka website/situs yang berbaur pornografi. Nongkrong di warkop, ngumpul di warkop, ketemu rekan bisnis di warkop adalah hal yang biasa. Dengan uang Rp .5000 kita udah bisa menikmati segelas kopi atau teh botol bagi yang ngga suka kopi. Asalkan kita bawa Laptop, Tablet, Smartphone atau apapun yang bisa dipakek koneksi dengan internet. Tapi setau aku cuma ketiga itu yang bisa koneksi dengan internet.

Pasca Tsunami 2004 lalu & setelah penandatanganan MOU Helsinki antara GAM-RI 2005, nampaknya warga Aceh tidak mau lagi ketinggalan teknologi informasi. Itu terbukti dari banyaknya warkop yang menyediakan fasilitas jaringan internet.  Dalam satu kesempatan Wakil Walikota Banda Aceh llliza Saa’dudin Djamal mengatakan, bahwa hampir 80 % warkop di Banda Aceh kini telah menyediakan fasilitas jaringan internet. Kondisi ini merupakan dukungan untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai Kota Cyber.

Mungkin kalau di Kota-kota besar di Indonesia, untuk menikmati jaringan internet kita harus ke warnet, hotel atupun tempat khusus yang tentunya membutuhkan biaya lebih banyak, namun di Aceh dengan Rp. 5000 kita bisa mengakses internet secara gratis.

Yang menarik lainnya, bukan hanya di warkop kita bisa mengakses internet, tapi ada beberapa Kampung Digital, Taman Digital dan Masjid Digital. Seperti di Taman Sari ada fasilitas internet hotspot.

Ada banyak warkop di Banda Aceh terutama di Batoh dan Ulee Kareng. Bisa dibilang ini daerah yang berprestasi karena banyak menciptakan nama-nama warkop. Kalau di Batoh ada Taufik Kopi, Ringroad coffee, Mount Kopi, The New Jack Kopi dll. Di Ulee Kareng ada Solong kopi, Atlanta kopi, Café Terapung dll. Banyak yang ngga mungkin bisa aku sebutin.Pastinya bakal rame disetiap warkop apalagi kalo malam minggu. Tempat para Single (seneng disebut single daripada jomblo), anak muda ataubahkan bapak-bapak menghabiskan malam minggu. Ketimbang jalan-jalan yang ngga pasti. Anak muda yang jalan sama pacar/gebetan mungkin termasuk dalam kategori miskin.hahahha. Ngga punya duit untuk nongkrong di warkop padahal setidaknya butuh 5000.

Oke segitulah cerita sekarang, kalau penasaran silahkan datang ke Aceh. Aku bersedia jadi tur guide. Memperkenalkan Aceh. Asalkan jangan lupa datang ke Warkop, setidaknya agenda terakhir setelah wisata bahari atau setelah mengunjungi tempat bersejarah pasca tsunami.

Next Time aku bakal posting suasana warkop di kota Banda Aceh…Ok Guys

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s